14.661 Warga Tak Bisa Memilih dalam Pemilu 2019

43

PONOROGO – Jumlah pemilih Pemilu 2019 menyusut. Seiring pencermatan yang dilakukan oleh KPU melalui pencocokan dan penelitian (coklit) terbatas. Hal itu terpaksa dilakukan menyikapi tak sinkronnya daftar pemilih tetap (DPT) KPU RI dan daftar penduduk pemilih potensial pemilu (DP4) yang dikeluarkan Kemendagri. Sebanyak 14.661 orang dicoret dari DPT di Bumi Reyog. ‘’Dari hasil coklit terbatas, kami temukan banyak yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS),’’ kata Munajat, komisioner Divisi Data KPU Ponorogo, kemarin (26/12).

Terhitung kemarin, data DPT yang dikantongi KPU berjumlah 752.336 pemilih. Angka tersebut muncul dari DPT hasil perbaikan kedua (DPT-HP 2) setelah melalui coklit terbatas. Menurut Munajat, coklit terbatas yang dilakukan pihaknya pada bulan ini mendapati adanya sejumlah pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS). Karena pindah domisili dan meninggal dunia. ‘’Adanya ketidaksinkronan DPT dan DP4 sudah kami tindak lanjuti semua melalui coklit terbatas itu,’’ ujarnya.

Sebanyak 4.906 pemilih TMS merupakan laki-laki. Sementara 9.755 sisanya perempuan. Sebelumnya, KPU telah melakukan pencoretan nama-nama pemilih yang dinyatakan TMS dari kalangan TKI di luar negeri. ‘’Jadi, di DPT-HP 2 ini, insya Allah sudah klir. Semua yang dinyatakan TMS sudah dicoret,’’ tutur Munajat.

Munajat memastikan tetap melakukan pencermatan kembali khusus untuk daftar pemilih khusus 1 (DPK-1). Mereka yang nantinya digolongkan masuk DPK-1 merupakan kalangan pemilih yang kemungkinan namanya tercecer. Dimungkinkan merupakan pemilih yang telah pindah domisili dan telah berganti alamat. Namun, belum masuk dalam DPT. ‘’Kami akan rekap, lalu kami tindak lanjuti dengan mengecek di DPT daerah asal, masuk atau belum. Kalau belum, kami cek data dirinya dulu sebelum bisa memasukkan dalam daftar pemilih di Ponorogo,’’ terangnya. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here