13 CJH Pacitan Gagal Berangkat ke Tanah Suci

21

PACITAN – Jumlah calon jamaah haji (CJH) 2019 asal Pacitan berkurang lagi. Dari semula 12 jadi 13 CJH. Itu setelah Sukohadi, salah seorang CJH warga Pringkuku, yang berhak melunasi pembayaran biaya penyelenggaraan ibadah haji meninggal dunia. ‘’Meninggal karena sakit,’’ ungkap Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Pacitan Agus Hadi Prabowo kemarin (21/4).

Sehingga, hingga saat ini CJH yang bakal berangkat ke Tanah Suci Juli mendatang 154 orang. Menurut dia, mereka telah melunasi BPIH sejak Jumat (12/4). Jumlah CJH yang berangkat masih memungkinkan bertambah. Lebih dari 154 CJH. ‘’Menunggu pelunasan tahap kedua,’’ imbuhnya.

Pelunasan BPIH dibuka sejak 30 April hingga 10 Mei mendatang. Pelunasan tahap kedua tersebut khusus bagi CJH penggabungan mahrom orang tua-anak, lansia dan pendamping serta CJH yang sebelumnya sudah pernah berhaji. Pelunasan tahap kedua diminati 51 CJH. Empat di antaranya pernah berhaji, 9 penggabungan mahrom dan lainnya pendamping lansia. Berkas permohonan masih dalam proses di Kantor Wilayah Kmenenag Provinsi Jawa Timur.

Namun, dia menambahkan, 51 berkas tersebut belum tentu semua diterima. Menurut dia, keputusan menunggu Kanwil Kemenag Provinsi Jatim. Harapannya, bisa diterima seminggu sebelum pelunasan tahap kedua dimulai. ‘’Sebab, mereka juga harus menyiapkan berbagai keperluan. Biaya, tes kesehatan dan lainnya,’’ bebernya.

Agus menambahkan pelaksanaan haji tahun ini berbeda. Penataan regu rombongan tidak lagi berdasarkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) melainkan domisili CJH. Satu kecamatan satu regu yang sama. Sedangkan penempatan di Tanah Suci berdasarkan asal embarkasi. Sesuai instruksi Direktorat Jendral Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI, CJH Jatim di Mahbas Jin. Sekitar tiga kilometer dari Masjidil Haram. ‘’Ini untuk memudahkan kontrol makanan. Karena selera satu embarkasi relatif sama,’’ ungkapnya. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here