Miris, Belum Genap Setahun 121 Nyawa Melayang di Jalan

214

MADIUN – Jalanan masih menjadi pencabut nyawa yang menakutkan. Di wilayah hukum Polres Madiun, sepanjang 1 Januari hingga 30 November 2018 tercatat 121 korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas). ‘’Kejadian laka didominasi kendaraan roda dua,’’ ungkap Kasat Lantas Polres Madiun AKP Imam Mustolih kemarin (22/12).

Dia memerinci, sepanjang periode tersebut terdapat 643 kejadian laka lantas. Dari jumlah itu, 104 di antaranya menelan korban jiwa. Juga dua orang mengalami luka berat dan 872 luka ringan (selengkapnya lihat grafis). ‘’Total kermat (kerugian materiil, Red) sekitar Rp 812 juta,’’ bebernya.

Imam menyebut, blackspot atau titik rawan laka di wilayah Kabupaten Madiun tidak mengalami perubahan signifikan. Salah satu spot yang perlu diwaspadai adalah Jalan Raya Sidorejo, Saradan. ‘’Sebagian wilayah selatan juga laka walaupun kadar fatalitasnya kecil,’’ katanya.

Ditanya soal momen Natal dan tahun baru (nataru), dia menyebut beberapa titik diprediksi terjadi peningkatan volume kendaraan yang signifikan. Di antaranya, sekitar entrance tol Dumpil, Nglames. ‘’Khususnya yang dari wilayah selatan seperti Kota Madiun Ponorogo, dan Trenggalek,’’ tuturnya. (mg4/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here