Pacitan

106 Desa di Pacitan Terancam Kekeringan

BPBD Sisir Sumber Air Baru di Tiga Kecamatan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Ancaman kekurangan air bersih bakal dihadapi sejumlah desa di Pacitan. Berdasarkan data BPBD setempat, ada 106 desa yang berpotensi terdampak musim kemarau. ‘’Menyeluruh di 12 kecamatan,’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan Aswin Rikha Wijaya Kamis (9/7).

Dari seluruh desa tersebut ada beberapa desa yang termasuk dalam kategori kering kritis. Di antaranya Desa Jlubang, Pelem, dan Ngadirejan. ‘’Saat ini berdasarkan prediksi BMKG sudah memasuki kekeringan basah. Dalam artian, kemungkinan kekeringan tidak akan panjang seperti tahun sebelumnya,’’ terangnya.

Ada sejumlah model antisipasi yang mungkin diterapkan oleh BPBD dalam mengatasi musim kemarau tahun ini. Semisal untuk jangka pendek mereka bakal melakukan dropping air bersih sesuai permintaan dari desa. Sedangkan, untuk langkah jangka panjangnya membangun sumur bor serta menyisir sumber air baru terutama di Donorojo, Punung, dan Pringkuku. ‘’Kami sudah lakukan survei sejak tahun 2019 sampai dengan sekarang. Debitnya tetap sama. Rata-rata 200–300 liter per detik,’’ ujar Aswin.

Mantan aspri Bupati Indartato itu menambahkan, seandainya sumber air tersebut dapat diangkat bisa mencukupi kebutuhan air satu kecamatan. Bahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan DPUPR untuk merealisasikan rencana tersebut. ‘’Sepertinya tidak masalah kalau dingkat. Karena sumbernya sudah ada dan tidak perlu dikeruk. Kalau itu bisa diangkat tentu dapat menjadi percontohan bagi kecamatan lain,’’ jelasnya. (mg2/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close