10 Ribu Suporter Persis Solo Nekat ke Madiun

117
LAYAK: Stadion Wilis yang mempunyai kapasitas 15 ribu penonton itu bakal menjadi venue Derby Mataram antara Persis kontra PSIM Jogjakarta besok (16/8).

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pertandingan tanpa penonton jelas tidak seru. Sepi. Karena itu, kubu Persis Solo berharap laga melawan PSIM Jogjakarta di Stadion Wilis, Madiun, pada Jumat besok (16/8) bisa disaksikan langsung oleh suporter.

Namun, itu sulit terwujud. Kabag Ops Polres Madiun Kota Kompol Gatot Sudiyoto menyatakan, Polda Jatim memang merekomendasikan agar pertandingan bertajuk Derby Mataram itu digelar tanpa penonton. ’’Pertimbangannya karena faktor keamanan,’’ katanya.

Tetapi, hasil koordinasi terakhir dengan panpel Persis dan lokal kemarin (14/8), mereka meminta kelonggaran supaya matchday ke-10 Liga 2 tersebut dapat digelar dengan disaksikan penonton. Sebab, pihak panitia sudah telanjur menjual tiket pertandingan secara presale ke publik. ‘’Korlap (suporter) Persis bilang kalau karcis sudah telanjur terjual. Jadi, diizinkan atau tidak diizinkan (tanpa suporter) mereka bakal tetap datang ke Madiun,’’ ujar Gatot.

Mendapati kenyataan tersebut, Gatot mengaku tak bisa melarang lebih jauh. Tetapi, pihaknya menjanjikan pengamanan ekstraketat. Total ada 600 personel gabungan yang dikerahkan untuk mengamankan laga panas tersebut. ’’Ada sekitar 10 ribu lebih suporter Persis yang akan datang ke Kota Madiun,’’ ungkapnya.

Meski demikian, lanjut dia, status pertandingan apakah boleh disaksikan penonton atau tidak baru bisa didapat hari ini (15/8). Kalaupun boleh, tentu ada syarat. Seperti suporter dari kubu PSIM Jogjakarta, Brajamusti, dan The Maident dilarang datang ke Madiun. Sebab, bisa memicu bentrokan dengan suporter Persis Solo, Pasoepati, dan Surakartans.

Untuk mencegah adanya chaos, pihak kepolisian menerapkan pola pengamanan berlapis. Seperti penempatan anggota di luar stadion untuk memeriksa barang bawaan suporter. Serta menempatkan anggota berpakaian preman di tribun suporter. ’’Kami tetap berikan atensi pengamanan,’’ tutur Gatot.

Di sisi lain, Panpel Persis Solo telah melayangkan surat permohonan kepada Polres Madiun Kota dan Polda Jatim agar laga Derby Mataram dapat disaksikan oleh penonton. Apalagi, Stadion Wilis memiliki kapasitas yang cukup untuk menampung suporter dari Persis Solo.

Mengacu kepada regulasi kompetisi Liga 2, pertandingan tanpa penonton itu diberlakukan pada tim yang terkena sanksi atau hukuman dari Komdis PSSI. Sementara Persis tidak dalam posisi terkena sanksi saat ini.

Isyarat tanpa penonton itu memang baru sebatas lisan dari pihak Polres Madiun Kota. Jadi, manajemen dan panpel masih menanti keputusan final soal izin pertandingan yang dijadwalkan untuk disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta nasional tersebut. ‘’Informasinya sih begitu (tanpa penonton, Red). Tapi, kami masih menunggu kepastiannya sampai besok (hari ini),’’ kata Ketua Panpel Persis Didik Daryanto. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here