Madiun

10 Petugas Pemakaman Ekstrahati-hati

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sepuluh orang mengurusi pemakaman pasien dalam pengawasan (PDP) asal Gang Demak, Jalan Sikatan, Nambangan Lor, Manguharjo, Selasa petang (30/6). Petugas dari dinas kesehatan dan KB (dinkes-KB), PMI, dan BPBD itu mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap. ”Juga mengenakan masker medis yang dilapisi masker N 95, kacamata goggle, dan face shield,” kata Kasi Pelayanan PMI Kota Madiun Yulius Victoria.

Setiap petugas mengemban tugasnya masing-masing. Dua orang bagian sterilisasi, enam orang mengangkat peti, dan dua petugas sebagai cadangan. ”Petugas cadangan sangat diperlukan karena proses pemakaman bisa memakan waktu 4-5 jam,” ungkapnya.

Lamanya waktu pemakaman lantaran setiap prosesnya dilakukan secara hati-hati. Mulai pemakaian hazmat, penyemprotan cairan disinfektan, hingga masuk prosesi pemakaman dan sterilisasi setelahnya. ”Merasa gerah saat mengenakan hazmat itu masih bisa ditahan. Tapi, kalau sudah mulai kesulitan bernapas dan dehidrasi, harus diganti. Jika ada tim yang tidak kuat, langsung mundur ke tempat sterilisasi lalu digantikan petugas cadangan,” jelasnya.

Setelah pemakaman selesai, para petugas harus steril sebelum meninggalkan area makam. Seluruh APD yang dikenakan langsung dimusnahkan. Sesudah melepaskan hazmat, seluruh tubuh kembali disemproti cairan antiseptik. ”Setelah itu, petugas tidak langsung pulang. Tapi masih menuju rumah duka untuk sterilisasi lingkungan,” terangnya. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close