10 Pelajar Ikuti Ujian Nasional Susulan

36

NGAWI – Sebanyak 10 pelajar SMP/MTs rampung mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) susulan kemarin (30/4). Ujian susulan dilaksanakan di sekolah masing-masing pelajar yang absen saat UNBK utama itu. Yakni, di tujuh SMP –enam negeri dan satu swasta– serta satu MTs. ‘’Biarpun cuma satu pesertanya, ujiannya sama persis dengan UNBK utama,’’ kata Kabid Pembinaan SMP Muh. Luluk Sodiki.

Tujuh pelajar SMP yang absen saat UNBK utama berasal dari enam sekolah berbeda. Perinciannya, SMPN 2 Bringin, SMPN 1 Pangkur, SMPN 4 Widodaren, dan SMPN 2 Karanganyar masing-masing  satu serta SMPN 1 Kendal dua siswa.

Seorang pelajar lainnya dari SMP PGRI Karangjati. Sementara, ada tiga siswa dari MTs Al Islam Tegalrejo yang mesti mengikuti ujian susulan. ‘’Kebanyakan berhalangan hadir saat UNBK utama karena sakit,’’ ungkap Luluk.

Luluk mengatakan, aturan main pelaksanaan UNBK utama dan ujian susulan sama persis. Kendati satu ruang ujian cuma diisi satu peserta, tidak ada perbedaan perlakuan. ‘’Sesuai aturannya, satu ruang ujian mesti disertai dua pengawas, proktor, dan teknisi,’’ paparnya.

Pelaksanaan ujian susulan berjalan tanpa kendala berarti. Sehari dua sesi dan dua mata pelajaran (mapel). Hari pertama bahasa Indonesia dan matematika. Sementara, hari kedua untuk susulan bahasa Inggris dan IPA. ‘’Tidak ada tindak kecurangan. Pengawas ujian juga diacak. Toh, soal ujian berbeda dengan UNBK utama, tapi tingkat kualitasnya sama,’’ ujar Luluk.

Sebanyak 10 pelajar peserta ujian susulan tersebut, kata dia, memiliki peluang kelulusan sama dengan pelajar lain di UNBK utama. Kendati begitu, sedikitnya 29 siswa lain dipastikan tidak akan mengantongi ijazah lantaran memilih mengundurkan diri sebelum pelaksanaan UNBK tahun ini. ‘’Yang sudah pasti tidak lulus itu karena sudah tidak mau bersekolah dan memilih kerja,’’ pungkasnya. (den/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here