1.275 Warga Ngawi Jadi TKI di Luar Negeri, Terbanyak di Malaysia

108

NGAWI – Minat warga Ngawi bekerja ke luar negeri masih tinggi. Setiap tahunnya tercatat lebih dari seribu tenaga kerja Indonesia (TKI) asal daerah setempat yang bertolak ke negeri orang. Minimnya lapangan kerja di dalam negeri disebut salah satu faktor tingginya animo warga menjadi TKI.

Kabid Tenaga Kerja di Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja (DPPTK) Wiwin Sumarti mengungkapkan, sepanjang 2017 lalu tercatat 1.226 warga Ngawi yang bekerja di luar negeri. Setahun berselang, jumlahnya mengalami kenaikan tipis menjadi 1.275. ‘’Biasanya karena lowongan untuk ke luar negeri pas banyak, jadi jumlahnya meningkat,’’ katanya kemarin (24/1).

Selain karena tawaran dari pihak Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI), minimnya lowongan di dalam negeri ikut memengaruhi minat warga menjadi TKI di luar negeri.

‘’Banyak juga lulusan SLTA yang tidak ingin melanjutkan kuliah memilih langsung kerja. Ketika tidak ada lowongan kerja lokal yang menggiurkan, akhirnya TKI yang jadi pilihan,’’ ujarnya. ‘’Bisa juga karena melihat tetangga atau temannya yang sudah berhasil, akhirnya tertarik ikut kerja di luar negeri,’’ imbuh Wiwin.

Diakuinya, menjadi TKI di luar negeri berimbas pada peningkatan ekonomi keluarga maupun devisa negara. Namun, di sisi lain, ada sejumlah dampak negatif seperti perceraian, penelantaran anak, dan sebagainya. ‘’Kalau yang masih single kadang mengalami pergeseran gaya hidup,’’ tuturnya sembari menyebut Malaysia merupakan negara tujuan utama TKI asal Ngawi.

Pihaknya menggandeng 20-an PJTKI untuk memfasilitasi warga yang ingin menjadi TKI secara legal. Sedangkan bagi para eks TKI ada program desa migran produktif (desmigratif) agar mereka lebih produktif. ‘’Harapannya bisa mengembangkan usaha sendiri di rumah,’’ pungkasnya. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here