Pacitan

1.028 RTLH Dibedah, Di-Cover BSPS dan APBD

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Keberadaan rumah tidak layak huni (RTLH) di Pacitan direnovasi bertahap. Pada tahun ini pemkab memperoleh bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dari Kementerian PUPR sebesar Rp 12,4 miliar. Bantuan tersebut selanjutnya digunakan untuk membedah 710 rumah warga yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Kabid Perumahan Disperkim dan Pertanahan Pacitan Prayitno mengatakan, renovasi RTLH belum termasuk alokasi dari APBD. Pada tahun ini pemkab menganggarkan program bedah rumah sebesar Rp 3,97 miliar. ‘’Dipakai untuk merenovasi 318 rumah. Masing-masing mendapatkan bantuan rehab sebesar Rp 12,5 juta,’’ kata Prayitno Kamis (27/8).

Dia mengaku prosesnya berjalan lancar. Bahkan, renovasi rumah di 12 desa yang berada di Kecamatan Donorojo, Punung, Tulakan, dan Pringkuku sudah rampung dikerjakan. Sementara, perbaikan rumah di 15 desa lainnya masih dalam tahap sosialisasi. Termasuk identifikasi serta dropping kebutuhan material bangunan. ‘’Targetnya semua pembangunan selesai pertengahan Desember,’’ ujarnya.

Bantuan rehab rumah yang bersumber dari APBD, kata Prayitno, hanya mencakup 11 kecamatan. Hanya Tegalombo yang tidak mendapatkan karena pada tahun lalu sudah menerima. ‘’Nanti diusulkan mendapatkan BSPS dan dimasukkan dalam APDB 2021,’’ terangnya.

Prayitno mengungkapkan, ada standar teknis yang ditentukan Kementerian PUPR terkait program bedah rumah ini. Di antaranya, dibangun minimal dengan ukuran 36 meter persegi. Kemudian pemlesteran lantai dan dinding tembok, serta penggantian atap genting. ‘’Biasanya satu kecamatan ada 1–4 desa yang memperoleh program RTLH,’’ sebutnya. (mg2/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close