1.001 Hektare Padi Terancam Puso, Potensi Kerugian Capai Ratusan Juta

24
GAGAL PANEN: Tanaman padi di Kecamatan Kebonagung mengering akibat kekurangan pasokan air.

PACITAN – Kekeringan yang melanda Pacitan mengancam tanaman padi petani. Sekitar 56 persen dari lahan seluas 1.782 hektare yang terdampak terancam puso. Padi yang berusia satu hingga dua bulan itu mengering akibat kekurangan air. ‘’Sekitar 1.001 hektare berpotensi gagal panen dengan kerugian ratusan juta,’’ kata Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian (Disperta) Pacitan Gatot Winarso Minggu (14/7).

Gatot menyebut, tanaman padi wilayah barat terparah terdampak kekeringan. Kecamatan Kebonagung dan Tulakan menjadi yang tertinggi dengan potensi lahan pusonya total seluas 472 hektare. Sedangkan Punung, meski yang terdampak ada 655 hektare, namun potensi gagal dipanen hanya 287 hektare. ‘’Karena meski airnya sedikit,  tapi masih ada padi hijau dan bisa dipanen,’’ ujarnya.

Meski belum dihitung, disperta memprediksi puso bakal berpengaruh terhadap kuantitas produksi gabah. Pasalnya, baru 78 hektare dari target 44 ribu hektare lahan padi yang menyumbangkan gabah. Mengantisipasi itu, disperta berniat mengajukan bantuan benih cadangan ke Pemprov Jatim dan pusat. ‘’Untuk tanam padi musim berikutnya,‘’ tutur Gatot.

Pihaknya berupaya meningkatkan produktivitas gabah dengan memberi bantuan pompa air kepada para petani. Namun,  bantuan itu sia-sia lantaran sumber air ikut mengering. Rencana membangun sumur dalam diurungkan karena kondisi geografis tidak mendukung. Mustahil menyediakan fasilitas itu karena wilayah berbatu. Hingga sulit menyimpan cadangan air. ‘’Kami coba inventarisasi ulang saluran irigasi yang rusak untuk perbaiki,’’ ujarnya.

Disperta khawatir kemarau yang puncaknya diprediksi Agustus oleh BMKG Juanda Surabaya akan memperluas lahan pertanian yang puso. Mengingat bulan itu memasuki masa panen sebagian besar petani. ‘’Semoga hujan segera turun,’’ harapnya. (gen/c1/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here